Jumat, 13 November 2009

Last Tears of Blood





SUPPORT YOUR LOCAL BAND..!

Last Tears of Blood’s

Berawal dari sesuatu yang tidak memiliki tujuan, Annas, Annur, dan Ardi membentuk sebuah group music. Dimulai dari genre pop, klasik, dan Grunge yang berganti seiring dengan pergantian personil. Ketika itu band ini cukup santun untuk menyanyikan lagu apapun dan di situasi apapun. Namun seiring semakin dalamnya luka dalam kehidupan, mereka mulailah mengerti apa yang dimaksud dengan pemberontakan, dan kami menganggap musik sebagai batu loncatan untuk meneriakan seluruh keluh kesah yang umumnya dirasakan oleh seluruh manusia yang mengalami tekanan yang cukup dalam membangunkan si pemberontak yang sedang tidur dalam hatinya.
Mengapa LAST TEAR OF BLOOD? Kasih sayang yang hilang dari orang-orang sekitar yang mungkin telah mencair dan mengalir ke seorang yang karena dewinya ia lebih berhak mendapatkannya. Betapa sudah cukup seorang personil yang bernama Annas meneteskan air mata di setiap sujudnya. Ia merasa air mata tak sanggup lagi dituangkan, jika saja setiap sehari ia meneteskan air mata sebanyak itu. Dan kemudian dianggaplah bahwa dalam ilusi ternyata darah yang menetes dari matanya.
Last Tear Of Blood saat ini merupakan music terbaik yang pernah kami mainkan, karena disana terdapat semua keluhan, amarah, air mata, dan harapan yang jauh sekalipun. Last Tear Of Blood di ambil dari kisah kehidupan sang pemberontak yang selalu sulit menemukan perubahannya. Dan itulah yang ia dan semua rasakan.
Tak harap kami disebut Band Metal, tak tuntut kami disebut Band Emo/Screamo, tak pinta kami disebut Band Konyol, tak bangga kami dan sebagainya. Karena yang kami lakukan merupakan tuntutan sang pemberontak yang ada dalam hati kami, yang selama ini mereka kubur di taman makam dalam hatiku.



Annur (Vocal/Scream/Growl/Guitar/Keyboard)
Influence music by : Nirvana, Evanescence, System of a Down, Alesana, Blink, Muse, Underoath, Radiohead, Sweet as revenge, Thirteen, killing me inside, Seems like yesterday, Alone at last, Broken heart syndrome, Pure blood as roses and many more.
vocalis yang juga bergabung bersama Unfamous Theory ini adalah orang yang sangat menggemari Kurt Cobain, karena menurutnya Kurt bermain musik membuat emosi dan hidup menjadi bernilai dengan suicide syndrome. Teriakan emosinya dinilai telah sanggup membangunkan mood para audience yang sedang tertidur.




Annas (Second Vocal/Guitar/ Hard Scream)
Influence music by : Alone At Last, Metalica, Nirvana, Led Zepplin, Beatles, Guns n Roses, Alesana, Hopesfall and many more.
Screamer pengagum Shawn (Alesana) ini adalah seorang penulis kecil yang hanyut dalam kekaguman terhadap Kurt Cobain (Nirvana), James (Metalica), as specially for Mr. Lennon (Beatles) and Indra (Alone at Last). Sejarah nadir kehidupan pada zaman jahiliah lalu telah membuatnya semakin hayat dalam melantunkan lagu-lagu yang cukup sakit untuk diterima di akal sehat.





Empik (Bass)
Influence music by : J-Rock, Alone at Last, Jakarta Flames, Saosin, Larc and ciel, and many more

Supporter Last Tear of Blood pecinta Japan Rock Scale ini akhirnya tertarik untuk menggantikan sang Bassis (Doddy) yang hengkang akibat terhanyut dalam perbudakan terhadap pendidikan. Pria Cungkring ini sangat ngotot bermain musik walaupun ia tidak mendapat izin dari ayahnya untuk bermain musik. Itu adalah salah satu keunikan yang membuat personil lainnya bersemangat dalam mengekspresikan lagu-lagu Last Tear Of Blood (LEATOB)



Singgih (Drum)
Influence music by : Alesana, Underoath, Killing Me Inside, Nirvana, Seems like yesterday, Alone at last, Broken heart syndrome, Sweet as revenge, Thirteen, Chiodos, From first to last, Suicide silence, The old curse of death, Blink and many more…
Hadir menggantikan drumer lama kita yang bernama ardi, kini Last Tear Of Blood atau yang biasa disebut LEATOB, akhirnya kembali datang dengan semangat baru yang diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat seluruh personil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar